Kamis, 07 Mei 2009

BANTEN GIRANG AWAL MULA LAHIRNYA BANTEN

BANTEN GIRANG
AWAL MULA LAHIRNYA BANTEN



Banten Girang merupakan asal mula Banten. Sebelum abad ke-16, Banten bukanlah apa-apa. Kala itu hanya dikenal daerah yang bernama Banten Girang atau Banten Hulu. Letaknya sekitar 3 km dari Kota Serang sekarang, dan sebagai ujung jalur darat yang tidak memiliki peran penting semasa Kerajaan pajajaran.

BANTEN GIRANG, Hasil penelitian yang dilakukan di lokasi, Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco-Indonesia, berhasil menemukan titik terang sejarah Banten. Walaupun dengan keterbatasan penelitian, namun banyak bukti baru yang ditemukan. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten Girang ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad 11-12 Masehi dan diawali dari Banten Girang.

Banten Girang pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman penting yang ditandai dengan dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pemubat kain, keramik, pangrajin besi, tembaga, perhiasan emas dan manik-manik kaca. Mata uang logam(koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran, dan hubungan internasional sudah terjalin dengan Cina, semenanjung Indocina, dan beberapa kawasan di India.

Banten Girang pada saat itu berfungsi sebagai ibukota kadipaten yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran, dengan kota Pakuan sebagai ibukotanya-(sekarang daerah Bogorred). Banten berfungsi sebagai salah satu pelabuhan besar kerajaan Pajajaran yang ramai dikunjungi para pedagang asing.

Pada masa itu, orang yang berkuasa di Banten Girang adalah Prabu Pucuk Kumun..Agama yang dianut raja dan rakyat Pajajaran adalah Hindhu-Budha. Mata pencaharian masyarakat pada umunya bertani dan berkebun, dengan lada sebagi hasil utama.

Lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai, melainkan sekitar 10 km masuk ke daratan, di tepi sungai Cibanten, di bagian selatan dari kota serang sekarang ini. Wilayah ini dikenal dengan nama “Banten Girang” atau Banten di atas sungai, nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. Kurangnya dokumentasi mengenai Banten,di karenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara, baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16. Banten Girang banyak menarik perhatian karena disana terdapat Gua yang memiliki tiga kamar.