Ini adalah cara-cara yang mudah kita lakukan untuk antisipasi banjir jika dilakukan dengan hati yang ikhlas kata Pak Ustad :
A. Untuk Jakarta Utara, Butuh Tambahan 13 Polder untuk Antisipasi Banjir. Sistem polder adalah sistem penyedotan air banjir di kawasan yang lokasinya di bawah permukaan laut. Air banjir itu kemudian ditampung dalam kolam subsistem polder dan secara bertahap dipompa lagi untuk dibuang ke laut. Sistem antisipasi banjir di Jakarta Utara belum memadai karena baru tersedia 29 dari 42 polder yang dibutuhkan. Pembangunan 13 sistem polder baru di Jakarta diperkirakan berlangsung lambat karena mahalnya biaya yang diperlukan.
B. Sungai harus dikeruk. Karena kita tahu banyak sekali sungai di Indonesia seperti Jakarta yang penuh tumpukan sampah dan lumpur sampah yang tinggi. Bahkan lumpurnya lebih dalam dari pada airnya.
C. Membuat KANAL. Seperti di Jakarta contohnya, Sejak jaman Belanda, filosofi membuang air hujan ke laut ini berlaku dengan rencana pembangunan banjir kanal barat dan timur. Air banjir akan dialirkan ke laut dengan menghindari wilayah pusat kota. Untuk itu dibangun kanal yang berada di luar wilayah Jakarta. Tapi cara ini ada banyak kendala seperti (i) biaya konstruksi yang mahal, (ii) bahaya banjir besar di hilir.
Solusi : Sudah waktunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk juga Jawa Barat merencanakan penanggulangan banjir dengan filosofi menangkap air hujan dan memasukkan sebanyak mungkin ke dalam tanah, seperti sumur resapan atau BIOPORI.